Struktur Sistem Operasi
1. Pengertian
Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang
ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan.
Sedangkan software software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi
berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk
software software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses disk,
manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user.
2. Struktur Sederhana
Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan
baik. Kemudian sistem operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan
terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup originalnya. Contoh dari
sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan sistem
operasi yang menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga
tidak dibagi menjadi
beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana
prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila
diperlukan dan kernel berisi semua layanan yang disediakan
sistem operasi untuk pengguna [Bambang2002]. Inisialisasi-nya terbatas
pada fungsional perangkat keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu
kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi serangkaian interface
dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU,
manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui
system calls.
Kelemahan struktur monolitik adalah:
• Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
• Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
•Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus menjalan kernel
monolitik, karena semua layanan tersimpan dalam bentuk tunggal
sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
• Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.
Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam satu ruang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar